Jadilah Ustad atau Jadilah Guru

IMG_4082 ex

Jika berbicara tentang masa depan memang tidak akan ada habisnya(?) Walaupun semuanya sudah Digariskan dibuku yang nyata, namun bagaimanapun kita harus tetap ikhtiar dalam meraih apa yang kita cita-citakan.

Dari judulnya gimana gitu, memang belakangan ini saya sering terinspirasi oleh tokoh-tokoh yang sukses dalam pendidikan maupun karir yang ternyata mempunyai ilmu agama yang tak bisa dianggap remeh dan itulah yang membuat saya benar-benar terkesan sekali (bangetttt). Kita tinggal dulu topik itu, saya ingin bercerita tentang beberapa impian saya dulu sekarang. Walaupun baru seumuran jagung muda (baca: brondong) tetapi sudah banyak sekali mimpi-mimpi yang lalu-lalang dipikiran maupun hati saya (please jangan bahas hati) mulai dari teknisi mesin, insinyur, researcher bahkan pejabat angkatan bersenjata. Banyak sekali memang tapi tak apalah hanya mimpi kok.

Teknisi Mesin

Dahulu kala sejak saya ingusan kecil saya gemar sekali menggambar mobil, pesawat, kapal bahkan hewan namun detailnya itu merupakan mesin yang pada saat itu saya anggap sebagai mesin masa depan (kecil-kecil kreatif sekali). Karena kegemaran saya itu kakek nenek saya (waktu kecil saya tinggal dengan kakek-nenek) sering ngendika kalau nanti ketika saya sudah besar saya mungkin bisa jadi ahli mesin weeehhh keerrreeennn. Dan ternyata si ingusan ini sekarang (walaupun belum besar) bukan berkeinginan menjadi ahli mesin.

Insinyur Pembangunan

Berdasarkan dari cerita yang hampir mirip dengan diatas, waktu saya menginjak bangku SMP (ciee masa mbeler-mbelernya ini) saya gemar sekali menggambar gedung bertingkat, rumah, jalan, jembatan dan pusat olahraga (a.k.a stadion) dan saya pun akhirnya sedikit aware dengan dunia pendidikan, saya mulai mencari tahu tentang program studi apa yang nantinya akan berkecipung dengan dunia pembangunan. Dan akhirnya saya berkenalan dengan Teknik Sipil. Hingga kelas XII SMA saya masih bercita-cita mendapat gelar S.T. dibelakang nama saya. Tetapi diakhir semester satu kelas XII, hati saya beralih rasa kelain hati (stop talking about love!) kelain pilihan maksudnya. Karena sebuah kejadian yang sepele tetapi benar-benar berkesan pilihan saya berubah drastis. Walaupun sejak SMP saya membulatkan tekad hingga diakhir masa keabuan ternyata pilihan saya dapat Dibalikan hanya dalam sepersekian detik! Layaknya cinta walaupun nampak kokoh tetapi jika Yang Maha Membolak-balikkan hati berkehendak, siapakah yang dapat menolak? Setelah kejadian itupun saya sedikit merefleksikan diri dan saya menyadari bahwa nilai dibeberapa mapel penunjang Teknik Sipil saya sedikit kurang bagus jika dibanding dengan saingan-saingan saya. Dan akhirnya saya sadar bahwa memakai topi dan seragam proyek bukanlah yang terbaik bagi saya. Dan belakangan ini saya tahu bahwa Ibunda ternyata kurang sreg (kurang sehati) jika saya bekerja dibidang pembangunan, entah apa alasan beliau namun itulah jawaban untuk keraguan terakhir saya untuk melepas salah satu cerita mimpi saya yang berlepas.

Researcher?

Inilah mimpi saya yang mampu merobohkan kedigdayaan mimpi sebelumnya. Memakai jas lab, berkacamata, sarung tangan, masker dan duduk didepan unsur-unsur yang sulit dimengerti (yang tak pernah mengertiku~) adalah mimpi seorang pelajar kelas XII ini. Mimpi yang begitu manis menurut saya, menjadi researcher dibidang kimia. Memang kimia adalah salah satu mapel favorit saya dibangku SMA terutama sejak kelas XI (alasannya hanya berkesan bagi penulis jadi abaikan saja). Namun mimpi manis ini berakhir lebih tragis dari mimpi sebelumnya. Jika dilihat dari rekap nilai, nilai kimia saya merupakan nilai paling tinggi dari semua mapel lain dan benar-benar meyakinkan jika saya mendaftar ke jurusan kimia murni. Ini beralasan, saya sudah consul dengan salah satu bimbel dikota saya, dengan membawa rekap nilai rapor, dan mereka bilang “Jika kamu mendaftar kesini dijurusan kimia murni, saya jamin 99% bisa diterima, kenapa saya tidak bilang 100%? karena manusia manakah yang bisa menjamin 100% hal yang belum terjadi? Berdoa saja semoga kamu bisa lolos.” Setelah itu saya mulai berharap lebih pada jurusan tersebut untuk masa depan saya. Namun apa daya, ada hal yang tak mengijinkan saya kejurusan itu. Terpukul? Tentu, saya sangat terpukul karena memang itulah mapel favorit saya dan mimpi saya tetapi ternyata tak boleh kebidang itu. Tercatat dalam ingatan, saya membutuhkan beberapa hari (satu minggu sepertinya) untuk benar-benar merelakan mimpi itu. Dan saya ingat dengan perkataan dari seorang tentor dibimbel yang saya consul saat itu, dan saya yakin sekali sekarang bahwa 1% yang mengalahkan 99% prediksi manusia adalah hal terbaik untuk masa depan saya.

Dari serangkaian mimpi-mimpi yang pernah dan masih saya impikan itu, saya sadar bahwa ada hal yang mendasari semua mimpi tersebut. Mengajar! Iya saya suka sekali dengan dunia Mengajar dan dunia Pendidikan. 1% itulah jawabannya, saya harus menjadi guru! Bukan menjadi teknisi ahli mesin dilapangan, bukan menjadi perancang pembangunan dan pelaksananya ataupun duduk dilab untuk mencari hal baru, bukan, bukan itu, tetapi mengenakan kemeja putih dan berdiri didepan kelas untuk menyampaikan materi dan mendampingi praktikum. Iya menjadi guru, ada yang bilang “menjadi gurunya guru” Iya saya bermimpi menjadi guru, guru di suatu Universitas! (Dosen).

Ada yang bilang “Jadilah Ustad atau jadilah Guru” karena latar belakang Agama saya yang masih sangat-sangat kurang, saya berkemungkinan kecil sekali menjadi ahli Agama, tetapi sebagai seorang muslim tentu wajib hukumnya menimba ilmu Agama. Tentang Angkatan Bersenjata, itu bukanlah mimpi saya, walaupun bukan mimpi namun saya sangat senang sekali jika suatu saat ada keluarga atau saudara yang menjadi aparatur atau sebagai penjaga kedaulatan negara. Dan saya berharap saudara-saudara seperjuangan saya yang sekarang sama-sama menginjak hari akhir di SMA yang bercita-cita menjadi angkatan bersenjata dapat terwujud. Walau bukan diri sendiri, paling tidak saya akan sangat bangga dapat berteman dengan seorang penjaga keamanan dan kedaulatan negara.

Kendal, 21 Maret 2016. Dibawah petang menempuh angan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s