Pasca UN jadi Pengangguran?

pengangguran
Pengangguran??

Wah, sudah lama-lama-lama sekali tidak ngurus ini blog (kebalik ngga sih?) Sewaktu masuk kesini tadi, sudah banyak jaring laba-laba yang menghias setiap sudut, mungkin jadi tempat nongkrongnya laba-laba kali atau jangan-jangan tadi habis buat reunian Peter Parker!? Entahlah, tapi kali aja dia nongkrong disini hehe. Nah berhubung malam ini saya free-bebas dari tuntutan profesi belajar saya akan berbagi sedikit cerita pasca perjuangan keras tiada ujung (ini mulai gawajar) atau biasa disebut UN, eh sekarang sudah UNBK hehe.

-nah ini saya agak gugup-

-ini kenapa jari-jari jadi gemeter gini?-

-apa gara-gara sudah jarang nulis-

-atau gara-gara ada kamu?-

Sebenarnya saya tidak menganggur atau jadi pengangguran banyak acara atau semacamnya lah terserah. Saya hanya sedang menunggu jawaban darinya mendapat jatah libur panjang saja hehe. Memang tidak banyak kegiatan yang ada untuk anak-anak pasca UN teruntuk anak-anak pasca SMA, untuk yang pasca SD atau SMP sabar ya dek, nanti ada saatnya kayak kakak, eh. Tapi dibilang sedikit kegiatan juga itu masih pernyataan yang subjektif, banget bahkan. Pasca UN pastinya teman-teman akan dengan sungguh-sungguh (kecuali yang tidak) mempersiapkan diri untuk meneruskan ke jenjang yang lebih tinggi baik itu ke Universitas, Institut, ST, ataupun mengerjar impian di akademi ikatan dinas, termasuk juga saya.

Jadi apakah saya pengangguran?

Tidak juga, ada beberapa kegiatan yang saya ikuti pasca UN, baik kegiatan yang penting maupun yang tidak, loh. Nah ada beberapa kegiatan yang lumayan membuat saya tidak jadi gombal amoh dirumah. Yuk tengok;

Persiapan SBMPTN dengan ikut program BPUN

13076770_10204521289551631_7205799868967309564_n
Salah satu kelas yang diisi oleh pembicara dari DPR RI

Apa itu? BPUN adalah kependekan dari Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional yang merupakan program dari Mata Air Foundation yang bekerja sama dengan Gerakan Pemuda Ansor. BPUN itu merupakan bimbingan belajar untuk persiapan tes SBMPTN (bukannya sama saja dengan program dari bimbel-bimbel dikota saya?) Beda dong, seperti motonya “BPUN – bukan bimbel biasa” ya memang bukan bimbel biasa, karena siswa/i yang lolos seleksi (sebelumnya ada proses seleksi peserta BPUN, dikota saya saja yang ikut seleksi hampir tiga ratusan orang lho) akan dikarantina di Pondok Pesantren selama tiga puluh hari. Nah lo, jadi santri deh hehe. Dan alhamdhulilah saya merupakan salah satu yang lolos menjadi peserta BPUN 2016 tepatnya di BPUN Kendal.

BPUN tahun ini diselenggarakan dipuluhan kota di Indonesia, khusus daerah saya-Kendal program ini gratissss, yeeeee. Tapi karena sebab tersebut maklum lah jika makannya seadanya hehe. Di Kendal program ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Sunan Kalijaga Purwosari, Patebon (cari di Google Maps ada kok) karena dilaksanakan di lingkungan pondok pesantren otomatis gaya hidupnya harus disesuaikan dengan gaya hidup para santri, tapi lumayanlah kalau ditanya pernah mondok apa tidak? Saya bisa menjawab iya, walau hanya sebulan dan walau hanya mondok-mondokan hehe

Saya tadi bilang selama sebulan? Itu typo-salah ketik, karena saya tepat dihari ke-14 keluar atau istilah hitsnya di DO! Eh bukan, saya keluar secara hormat hehe. Tepat dihari itu saya mendapat kabar gembira, saya lolos SNMPTN yeeeeeeeee, assssiiiiiikkk engga perlu belajar pelajaran SMA lagiiiiii (serius, saya saat itu bilang itu hehe) Alhamdhulilah Yang Maha Kuasa memudahkan jalan saya untuk melanjutkan pendidikan. Oleh karena saya beruntung lolos maka saya mau tidak mau harus pulang (sebenernya mau karena sudah kangen banget sama kasurku) dan setelah ada acara perpisahan bagi yang telah lolos SNM dimalam hari kemudian saya memutuskan pulang diesok harinya. Sebelumnya saya juga menyempatkan untuk pamit kebeberapa warga yang sering saya nunut mandi dirumah beliau, iya dikamar mandi maksudnya.

Walaupun saya hanya mengikuti kegiatan tersebut selama empat belas hari atau sekitar dua minggu, saya sudah sangat merasakan perubahan dalam diri saya, terutama dalam kegiatan kerohanian dan tidak hanya itu, program BPUN yang sering mendatangkan orang-orang hebat untuk mengisi kelas dihampir setiap malam maupun weekend, yang memberi saya bekal lebih dari hanya sekedar belajar saja. Tercatat dari seorang ketua organisasi A, B hingga anggota DPR maupun MPR RI pernah mengisi kelas yang menghanyutkan kegundahan saya dalam usaha meraih mimpi dimasa depan. Memang benar-benar bukan bimbel biasa.

Sebenarnya masih banyak hal yang saya lalui pasca UN apalagi kegiatan BPUN yang sedikit saya singgung diatas, itu hanyalah ringkatan selayang pandang tentang program tersebut yang pada kenyataannya banyak hal yang sungguh menginspirasi saya disana, yang tak dapat diungkapkan hanya dengan rangkaian kata. Yang pasti semua yang terlewati memberi arti.

Lalu ada kegiatan apa lagi?

Seperti pemaparan saya diatas, masih banyak kegiatan yang saya lalui, hanya saja tangan ini masih gugup merangkai kata untuk mu (duh duh duh) Nah mungkin itulah sedikit cerita yang dapat saya rangkai tanpa kerangka karangan. Yah blepotan gini lah, kayak yang nulis, tapi tak apalah ya, dari pada tempat ini engga ada isinya. Baiklah sekian dulu teman-teman.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s