Tamparan-Tamparan dari Kakak

Huft, ampun kak, adek janji akan lebih semangat lagi!

Malam ini memori saya kembali memutar ingatan tentang beberapa ‘tamparan’ dari kakak saya (galak benerr). Eits, ini bukan jenis tamparan yang sering anda lihat di TV ya, ini hanyalah suatu perumpamaan dari hal-hal yang memacu semangat saya dalam belajar (but actually it really makes me jealous).

Yulita Mus, seorang ‘penampar’ handal yang pernah dan akan selamanya singgah menjadi pemacu semangat saya. Iya, kakak satu-satunya yang sekarang sedang bergelut untuk menyelesaikan bachelor degree-nya di Asian University for Women. Saya ingat salah satu pesan beliau kepada saya pada saat memberikan ucapan ulang tahun yang ke-16 dulu. Yang salah satunya adalah pesan beliau bahwa bagaimanapun kami akan selalu ‘berkompetisi’ to impress our parents. Dulunya saya tidak terlalu peduli pada hal tersebut, karena memang bagaimanapun saya akan kalah dari beliau, namun sekarang saya menyadari betapa mendalamnya pesan tersebut. Ini bukan tentang siapa yang lebih baik, bukan tentang siapa yang mendapat lebih banyak penghargaan juga bukan tentang siapakah yang memenangkan kompetisi, tetapi ini tentang bagaimana saya dan kakak saya saling memotivasi untuk berjuang demi kedua orang tua kami. Dan adek—saya akan mengingat pesan itu dengan baik kak.

Berupa apakah tamparan-tamparan itu?

Kakak saya adalah seorang traveler sejati (iya ngga sih?). Sebenarnya bukan karena beliau sudah bisa jalan-jalan keluar negeri yang membuat saya ‘tertampar’ namun karena beliau berkesempatan jalan-jalan kesana dari hasil perjuangan beliau belajar selama ini. Lulusan MAN 1 Surakarta itu memang sudah sering malang melintang meninggalkan adik kecilnya ini di Kendal. Tercatat dalam prosesor saya, beliau sudah pernah melanglang ke beberapa negara. Lalu dimana sajakah ‘tamparan’ itu berasal?

Mendapat beasiswa dari salah satu bank Malaysia untuk meneruskan studi S-1 di AUW, Bangladesh.

Tepatnya tiga tahun yang lalu, setelah sekian lama terpisah (oleh jarak dan waktu, eh ruang ikut engga sih?) Akhirnya saya dan kakak saya bisa satu rumah. Saya yang baru menyelesaikan SMP saya dan kakak yang baru menyelesaikan pendidikan di tingkat SMA, saat itu harus berbagi apapun disini, di home sweet home Kendal. Di suatu malam saya dipanggil kakak untuk melihat sesuatu di layar notebooknya. Tanpa memberikan penjelasan tentang apa isi dari e-mail tersebut (e-mail tersebut berbahasa inggris, maklum pada saat itu saya belum paham bener soal begituan hehe) beliau langsung bilang pada saya, “Dek, mbak dapet beasiswa ke Bangladesh” Dan sontak saja semalaman rumah menjadi riuh dengan kabar tersebut.

Magang a.k.a jalan-jalan ke Malaysia

saya lupa kronologisnya seperti apa, namun yang saya ingat beliau pada saat itu pergi kesana selepas mengadakan riset di Yogyakarta. Pokoknya keren deh, adiknya mah dirumah terus ish ish ish.

Halan-halan ke Singapore

Ini superb! And I can’t give explanations about it.

Nyasar ke USA

Oh, I’m speechless. Can I go there someday?

What’s next? She will go to South Korea this year

Saya lupa tepatnya kapan, tetapi kemarin saya sudah mendapat kabar bahwa visa beliau sudah clear. Denger-denger beliau menjadi finalis salah satu kompetisi menulis esai dan berkesempatan berkunjung kesana. Wuhh, insya Allah itu rezeki beliau atas semua kerja kerasnya selama ini dalam belajar.

Saya yakin tidak lama lagi saya akan segera mendapat ‘tamparan-tamparan’ lagi dari beliau, karena itu saya harus selalu siap dan membenahi armada saya untuk menahan gempuran demi gempuran darinya. Dan yang pasti saya sangat bersyukur diberi hal tersebut yang pada akhirnya akan menghancurkan rasa malas saya dalam belajar. Dan saya juga ingat akan pesan beliau, yang juga pada kesempatan yang sama dengan pesan sebelumnya diatas. Bahwa, “Hidupmu—saya bukanlah hanya tentang kompetisi itu saja, melainkan hiduplah dengan apa yang engkau sukai, yang engkau cintai dalam hidupmu.” Dengan ijin-Nya kak, adek akan terus hidup dalam apa yang adek sukai dan bukan untuk memenangkan kompetisi, namun untuk mencintai apa yang adek sukai dan selalu berbenah dan belajar untuk menjemput mimpi-mimpi adek.

Terima kasih kak, telah menjadi kakak terbaik sedunia.

—Kendal, 30 Mei 2016. Dirumah menuju Universitas Negeri Semarang esok

Iklan

2 thoughts on “Tamparan-Tamparan dari Kakak

  1. It is so beautiful story and also it makes me feel very happy too see her experience. Around the world? I think it is the greatest thing that everyone want in their life. Lita is someone who never give up, I hope you so. Last but not least, I love the way she became the great person.

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s