Oleh-Oleh Paling Berharga (2)

OLEH OLEH PLG BERHARGA 2 2 ed

Bismillaah

Ini adalah kelanjutan  dari cerita Oleh-Oleh Paling Berharga. Dihari kedua ini aku mengikuti kegiatan Tes kesehatan di Auditorium dan tentu menikmati malam terakhir di Sekaran.

Rabu, 8 Juni 2016, hari kedua: Sahur diperantauan

Selasa pukul 11.00 malam, sudah sangat larut malam dan aku juga sudah sangat ngantuk. Aku lihat diruang tengah lewat sela pintu kamar yang tidak tertutup, teman-teman satu kosan dengan mas Ihza masih sibuk dengan perkerjaan masing-masing. Mas Ihza sedang asik dengan latopnya begitu juga dengan yang lain. Walaupun sudah sangat larut tapi mas Hanif—teman satu kamar mas Ihza belum pulang. Aku tadi juga sempat bertanya pada mas Ihza, dia bilang mas Hanif masih dikampus (loh ngapain ya jam segini dikampus?). Setelah berwudlu dan merapikan sedikit berkas untuk tes kesehatan esok aku segera beranjak untuk tidur. Aku ingat tadi siang Rio bilang kalau dia berangkat tes kesehatan pukul 8.30 dan ia baru selesai pukul 2.30 siang, waahh lama bener, dia bilang kalau mau berangkat pagi, harus berangkat pagi buta tapi jika ingin santai maka disuruh berangkat siang saja, yah aku tidak ingin telat, aku pilih untuk berangkat pagi sebelum jam 6. Aku besok berangkat bareng dengan Etika karena jadwal kami sama, aku pun mengirim pesan singkat ke Etika bahwa kami harus berangkat pukul 6.00 pagi.

Bunyi alarm kali ini berhasil mengalahkan rasa malasku. Pukul 3.15 pagi aku sudah bangun, padahal ini bunyi alarm pertama, mungkin karena tidak tidur dirumah jadi terasa beda dan aku pun mudah bangun, biasanya kalau dirumah beeuuuhh alarm kelima pukul 3.50 pagi aku baru bangun untuk sahur hehe. Aku segera keluar ke ruang tengah. Semua masih tidur, tetapi masih ada mas (aku lupa namanya hehe, tapi dia termasuk ke-empat pendekar skripsi itu) ia masih terjaga dari tadi malam atau mungkin sudah bangun ya? Maka aku pun menyapanya yang dari tadi aku lihat masih sibuk dengan laptopnya. Setelah aku sapa dan aku medekat, ternyata ia sibuk membuat design suatu logo dari tadi malam dan belum tidur, welehh kuat bener yak, ia juga bilang kalau ia ambil kuliah siang maka ia juga biasa tidak tidur saat malam (bener-bener jadi nokturnal masnya haha) dan tidurnya pagi hari (jangan-jangan dia vampir??). Setelah ngobrol sebentar, ia menyarankanku untuk segera makan sahur diwarung depan karena biasanya kalau sudah mau jam empat sudah agak rame, maka setelah itu aku segera keluar dan menuju warung yang hanya lima langkah dari rumah kosan. Benar, disana sudah ada beberapa mahasiswa senior yang sudah membeli makan untuk sahur. Aku memesan nasi rames berlauk telur. Aku sengaja tidak ingin berlebihan dalam pengeluaran, mengingat aku hanya berbekal uang yang terbatas selama tiga hari kedepan, aku juga sengaja tidak memesan minum karena aku sudah membeli air minum botol kemarin yang sengaja aku beli agar bisa meminimalisir pengeluaran (calon anak kos hehe).

Barisan ke-tujuh

Setelah selesai makan sahur aku langsung pulang ke kosan dan langsung memeriksa kembali apa yang harus aku bawa. Nanti tes kesehatan jadi aku hanya perlu membawa sedikit berkas. Lanjut mandi. Selepas mandi dan berganti pakaian aku duduk diruang tengah, ada pula mas Hanif. Semuanya sudah lengkap dan tinggal berangkat. Pukul 05.40 aku berangkat menuju kosan Etika lalu pergi ke Auditorium. Suasana digerbang barat Unnes masih sangat lengang. Apalagi setelah melewati gerbang menuju tempat parkir, jalan yang dikanan kiri penuh dengan pohon nampak begitu indah meski agak serem juga sih hehe masih agak gelap soalnya. Setelah memarkir motor, aku dan Etika pergi ke Auditorium. Kami diberitau pedagang yang menjajakan alat-alat tulis bahwa untuk tes kesehatan lewat bagian belakang Auditorium, karna kami kurang percaya (maafkan kami pak hehe) kami tetap menuju bagian depan Auditorium. Dan yapss, antrian didepan Auditorium adalah untuk verifikasi lapor diri (keras kepala sihh!) Lalu kami pergi ke belakang Auditorium lewat bagian kanan dan kembali lagi kami salah jalan, karna kami akan memutar dan terlalu jauh (makanya kalau dibilangin orang tua itu didengerin! Hehe) Lalu akhirnya kami lewat bagian kiri Auditorium dan sampai. Kami duduk dikursi baris ke-tujuh. Padahal masih pagi loh. Pasti yang dibarisan paling depan datang setelah subuh atau mungkin datang kemarin malam kali yak. Sebari menunggu (oh aku benci menunggumu *ehh) aku coba untuk berkenalan dengan maba disekitarku. Dan aku pun kenal dengan pemuda yang bernama Hendra, maba Pendidikan Sejarah (wah suka cerita pasti) dia berasal dari Tegal tetapi gaya bahasanya tidak terlalu ngapak (oh Unnes Kampus Ngapak). Setelah kenal beberapa maba, aku kembali mengambil majalahku, menunggu akan jadi bermanfaat jika sambil membaca loh hehe.

Baru satu paragraf aku lahap, tiba-tiba ada kakak tingkat yang sosialisasi didepan. Aku kira dia itu dari BEM atau panitia, ternyata dia sosialisasi sekalian promosi tempat fotokopi, dia adalah mba Merlina dari FE, keacuhanku menguap ketika ia bilang bisa bantu jika ada maba yang butuh sesuatu untuk kegiatan yang akan datang, baik informasi maupun perlengkapan. Nah asik aku dapat link kakak tingkat untuk tanya-tanya seputar Unnes.

Inilah Menwa

https://i2.wp.com/unnes.ac.id/wp-content/uploads/IMG_8871.jpg
Menwa Unnes. Src: unnes.ac.id

 

Kesunyian sekitar sirna ketika teriakan koor—berbarengan terdengar dari sudut kanan belakang kami. Oh ini toh yang disebut Menwa—Resimen Mahasiswa. Dari segi penampilan mereka ini seperti angkatan berenjata atau tentara tetapi di tingkat Kampus (tapi memang kampus itu seperti miniatur negara, ada presidennya, ada gubernurnya ada pula dewan perwakilan bahkan tentaranya. Ada terorisnya juga engga yak?). Mereka yang membantu pihak kampus untuk mengatur semua maba yang mengikuti kegiatan ini, baik untuk mengatur ketertiban maupun pemberi informasi. Kalau dilihat sekilas dari peranan di kegiatan itu, Menwa seperti Para Bantara kalau di SMA, ya seragam ketat dan pakai bahasa resmi gitu deh hehe.

Lanjut Tes Kesehatan

Selepas kenalan dengan apa itu Menwa, aku dan Etika serta teman-teman satu baris dipersilahkan untuk masuk ke Auditorium (akhirnyaaaa). Tes kesehatannya meliputi cek berat badan, tinggi badan, buta warna, tensi darah, mata minus dan yang terkahir adalah cek penyakit dalam oleh dokter. Alhamdulilah aku sehat, cuman yah ini, minus hehe. Dan aku juga lolos tes buta warna, padahal dari dulu aku paling takut di tes buta warna, walaupun dulu dikelas X pernah dites buta warna dan dinyatakan normal, tapi aku hingga saat ini masih takut dengan namanya tes buta warna, mungkin karena memang banyak sekali prodi saintek yang menolak anak-anak buta warna (parsial maupun total), jadi itu seolah menjadi momok bagiku. Setelah selesai tes kesehatan aku bertemu dengan Edo—maba satu prodi yang berasal dari luar Jawa yang selama ini hanya aku temui di dunia maya. Akhirnya aku berkenalan dengan Edo didunia lain nyata dan kami memutuskan untuk berkeliling disekitar Auditorium. Disekitar Auditorium nampak banyak sekali stan, ternyata ini adalah salah satu agenda BEM untuk maba. Ini merupakan pengenalan sekilas untuk maba dengan segala lembaga, organisasi dan UKM di kampus. Tapi ternyata hari ini adalah jadwal untuk maba yang telah selesai verifikasi lapor diri, yahhh! (tapi jadi engga sabar ingin segera verifikasi besok).

Malam terakhir

Pukul 1.30 siang, eh aku belum sholat. Selepas kegiatan tes kesehatan tadi pagi aku merasa sangat ngantuk, aku tadi pulang jam 10.00 pagi dan langsung tidur dikamar mas Ihza. Hoaam, tidur tiga jam setengah terasa begitu cepat. Setelas sholat aku duduk diruang tengah sendiri, mungkin kakak-kakak pribumi sedang ada kelas hehe. Kali ini aku kembali dibuat pusing, nanti aku buka sama siapa ya? Sebenarnya banyak sekali pilihan ingin berbuka dimana but I’m alone here, really alone. Aku masih sangat sungkan untuk ikut berbuka dikosan mas Ihza. Lalu aku memutuskan untuk ikut berbuka bersama Ronal dan Rio lagi. Tetapi hal itu juga masih agak ganjel dihatiku, karna nanti malam mereka juga bukber bersama Ikahasi dan katanya lebih rame lagi. Tentulah aku tetap merasa malu menjadi anak yang ‘tersesat’ disana.

Menjelang waktu berbuka aku mengirim pesan ke Ronal dan Rio, tapi keduanya tidak membalas pesanku. Akhirnya aku mengirim pesan bahwa nanti kami akan bertemu di MUA. Sesampainya di MUA pukul 05.15 sore aku tidak melihat keberadaan mereka berdua, hingga waktu berbuka pun tiba mereka tidak nampak jua (kasat mata kalik). Aku membeli satu cup es dawet didepan MUA untuk membatalkan puasa sembari kembali menunggu mereka. Akhirnya setelah kumandang Iqomah aku melihat mereka dan kami berkumpul setelah sholat maghrib didepan serambi MUA. Ternyata mereka tadi sudah makan buka sebelum sholat, namun mereka tetap menawari untuk menemaniku makan (baik kali ya mereka). Alhamdulilah, aku tidak perlu merasa malu untuk berbuka sekarang, karena aku sekarang tidak sendiri. Aku ditemani mereka makan setelah sholat maghrib. Awalnya mereka menyarankan makan ditempat yang sama dengan waktu berbuka bersama dengan Ikahasi kemarin, namun setelah tawaran dari mereka silih berganti dan bersahut-sahutan kayak tali layang-layang yang kuterbangkan ditanah lapang *ehh loh. Akhirnya kami makan di tenpat penyetan dekat MUA.

Ini toh yang namanya Telur Bakar

Src: cookpad.com

Aku awalnya aneh membaca kata ‘Telur bakar’ dimenu (atau mungkin aku saja yang kudet yak?) Tanpa pikir panjang aku memesan satu porsi telur bakar dan satu gelas es teh. Setelah tersaji aku malah bingung sendiri, aku hanya diberi satu telur bakar bersama sambal dan lalapan tanpa nasi! loh ini engga salah? Mana kenyang?. Lalu si Ronal mengkode-ku untuk melihat ke belakangku. Aku lihat ada satu termos nasi putih dan beberapa piring disana dan ada beberapa pengunjung yang mengambil nasi tersebut. Ohhh ternyata nasinya boleh ambil sendiri sesuai selera haha. Wah ini mah lebih dari kenyang. Alhamdulilah masalahku kini sudah teratasi hehe. Ada pula hal yang mebuatku agak senyum-senyum, yaitu ketika mereka—Ronal dan Rio ternyata tidak tau makanan ringan yang bernama Leker (Makanan yang terbuat dari adonan tepung yang dipanggang dengan panggangan berputar lalu diberi isi bermacam rasa sesuai selera, nyamm) Kemudian aku menjelaskan sedikit tentang makanan itu dan mereka juga bercerita kalau mereka belum pernah ketemu makanan ini sebelumnya di Indramayu. Tanpa berlama-lama mereka pun langsung menghilangkan rasa penasaran mereka dengan mebelinya. Oh sungguh betapa unik dan beragamnya kekayaan Negriku :). Lalu setelah makan, kami kembali ke MUA untuk sholat Isya dan Tarawih.

Selepas beribadah, kami duduk-duduk di serambi MUA dan bercerita banyak. Baik tentang masalah ospek, kuliah, orang tua, masa SMA, kekasih, hingga masa depan. Meski aku baru bertemu mereka dua kali yaitu saat dulu tanggal 31 didepan gerbang Unnes dan dikegiatan tes kesehatan dan verifikasi ini, aku sudah merasakan rasanya mendapat pengganti kerabat (walau sebenarnya masih sangat kangen dengan kerabat/sahabat di Kendal). Aku teringat kembali dengan syair dari Imam Asy-Syafi’i yang sering aku baca di buku maupun di sosial media;

“Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman. Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang. Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan. Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang.”

Walaupun aku belum benar-benar merantau ke negeri orang, namun semangatku untuk mewujudkan impian itu tidaklah sedikitpun surut. Aku punya mimpi, dimana aku akan menginjakkan kaki di tempat baru, tempat di negeri orang yang belum  pernah aku jejaki. Untuk Tholabul ‘ilmi—menuntut ilmu disana dan untuk melihat kebesaran Allah. Insya Allah, man jadda wajada!

Bersambung…

Kendal, 21 Juni 2016. Mengingat-ingat kenangan pendaftaran 7, 8 dan 9.

Iklan

One thought on “Oleh-Oleh Paling Berharga (2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s