Terima Kasih Kak Aldi

img_20161030_131834
Special gift from Kak Aldi

Bismillah

Pagi ini aku mendapat bingkisan yang begitu manis, alhamdulillah aku mendapat sebuah bolpoin dan sebuah buku dari Kak Aldi yang dahulu beliau beli ketika berada di Hiroshima University. Kisah berawal dari bangun pagi (yaiyalah). Bangun pagiku alhamdulillah masih berada dilingkaran Bapak Ibuk yang begitu hangat. Akhir pekan ini aku pulang ke Kendal (baca cerita dipost sebelumnya ya hehe). Selepas sarapan dan mandi aku segera berkemas untuk kembali ke Sekaran. Dua hari di Kendal sebetulnya tidaklah cukup untuk mengobati kangen (walau sebenarnya anak cowo itu sukanya kangen hening diam-diam) namun aku harus tetap pergi untuk kembali bertapa ke Gunung lagi.

Aku sampai di Sekaran pukul tujuh pagi dan segera menuju kekamar untuk berkemas dan berangkat mengikuti acara pagi ini. Pintu kamar ternyata masih terkunci, ternyata si Bakti dan Mas Solikhun masih tidur, yah memang hari minggu adalah hari tidur. Biasanya memang selepas Subuh terkadang kami mendapat godaan yang begitu berat—tidur lagi, sebenarnya tidak baik itu duh duh. Agenda hari ini cukup istimewa bagiku. Hari ini aku berkesempatan mengikuti acara Talk Show Beasiswa dan Mahasiswa Prestatif yang dislenggarakan oleh jurusanku sendiri. Bintang tamu yang dihadirkan pun begitu membuat kakiku serasa memaksaku berjalan lebih cepat hehe. Mereka adalah Pak Muzakki Bashori peraih beasiswa S2 LPDP di University of Groningen Belanda, Kak Bondan Prakoso Juara 2 Mawapres Nasional, dan juga Kak Aldi Nurzahputra mahasiswa dari Ilkom yang mendapat kesempatan mengikuti program Student Exchange ke Jepang, beliau juga merupakan Mawapres 3 FMIPA.

Jepang!

Setelah melewati serangkaian acara talk show yang panjang, diujung acara Pak Muzakki mengajak para peserta untuk menggucapkan secara lantang negara, kampus dan jurusan yang diidamkan oleh para peserta Talk Show untuk study lanjut. Tentu pada kesempatan itu sudah dapat ditebak bahwa aku akan mengucapkan kata Jepang. Entah, namun aku begitu tertarik dengan negara itu, meski pendahulu mereka pernah menjajah Nusantara (sayang budaya disiplinnya tidak nular ya). Aku hanya sekedar takjub dan bermimpi untuk dapat menimba ilmu disana tetapi cintaku tidak akan pernah luntur pada negriku (cieeee). Pada kesempatan itu Pak Muzakki juga akan memberikan sebuah hadiah untuk peserta yang berhasil menjawab pertanyaan. Pada kesempatan itu aku juga ikut serta. Tentulah siapa yang tidak mau hadiah hehe. Dari beberapa pertanyaan awal terasa lancar bagi peserta untuk menjawab dan akhirnya tersisa sekitar lima orang yang bertahan termasuk juga aku. Namun begitu sayang pada pertanyaan selanjutnya aku salah dan harus pasrah untuk duduk kembali. Dengan hati yang sebenarnya kecewa aku tetap mencoba untuk tetap semangat. Dan akhirnya seorang perempuan dari FBS yang mendapat hadiah tersebut. Hmm asik ya dapat hadiah dari beliau.

Hadiah dari Jepang

Kemudian setelah itu kak Bondan melanjutkan dengan memberi pesan kepada para peserta Talk Show. Selepas itu giliran Kak Aldi dan beliau ternyata tidak mau kalah dengan Pak Muzakki, beliau juga telah menyiapkan hadiah untuk peserta yang berhasil menjawab pertanyaan darinya. Sebelum memberikan pertanyaan, Kak Aldi memutarkan sebuah video tentang Hiroshima University. Spontan aku segera menyiapkan alat tulisku. Aku mencatat semua tulisan yang muncul pada video tersebut. Aku juga mencatat poin-poin yang disampaikan oleh Kak Aldi. Dan setelah selesai beliau memberikan tiga buah pertanyaan. Tanpa berpikir lama aku langsung mengangkat tangan dan menjawab. Pertanyaan pertama dan kedua benar tetapi ternyata pertanyaan ketiga salah. Pada saat itu aku sudah merasa rela dan Insya Allah ikhlas karena mungkin itu bukan rezekiku. Dan kemudian satu temanku (panggil saja Kebijakan Fiskal) menjawab dan membenarkan jawabanku. Dalam hati aku sudah merasa pasrah karena jawaban ketiganya sudah benar. Tetapi Allah berkehendak lain. Kak Aldi meminta penjelasan lebih rinci dari jawaban nomor tiganya dan alhasil kami berdua kembali disuruh berdiri dan menjawab pertanyaan tambahan. Wah rezekiku ini hehe celetukku dalam hati. Dan alhamdulilah aku berhasil menjawab pertanyaan dari Kaka Aldi karena jawaban dari pertanyaan itu pernah aku baca dari suatu artikel dilaman web Unnes ketika rombongan beliau akan berangkat ke Jepang dulu. Alhamdulillah, memang keberuntungan itu juga butuh perjuangan.

Kontemplasi

Mungkin bagi orang lain hadiah berupa bolpoin dan buku itu hanyalah suatu hal biasa, tetapi bagiku itu adalah mosaik-mosaik yang perlu aku kumpulkan untuk membangun semangatku dalam meraih mimpi-mimpiku. Dan aku pikir ini bukanlah suatu yang kebetulan saja. Kenapa Ia Membuatku salah menjawab pada pertanyaan Pak Muzakki yang kemungkinan bingkisan itu oleh-oleh dari Belanda, dan kenapa Ia Memberiku kemudahan dalam menjawab pertanyaan dari Kak Aldi yang hadiah itu beliau beli dari Hiroshima University Jepang?. Itu adalah suatu pertanyaan yang begitu indah bagiku. Aku berharap itu tidak hanya sekedar mimpi dihati dan diatas kertas saja. Aku berharap Tuhanku Menggariskan itu untukku, aamiin.

Sekaran, 30 Oktober 2016. Study overseas Ya Allah…

Iklan

2 thoughts on “Terima Kasih Kak Aldi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s