Departemen Penalaran : Ketika Aku Berencana, maka Allah juga Berencana

DEPARTEMEN PENALARAN.jpg

Kasih sayang Allah pada hamba-hamba-Nya begitu besar, Ia lebih mengetahui jalan yang terbaik bagi hamba-Nya. Ada cerita menarik tentang perjalananku dalam keorganisasian yang aku ikuti di masa-masa mahasiswa ini. Cerita ini cukup panjang, tetapi aku coba untuk meringkasnya menjadi beberapa paragraph saja. Ketika aku berencana, maka Allah juga Berencana.

Alhamdulillah, aku mendapat kesempatan berkontribusi di BEM FMIPA 2017, menjadi salah satu fungsionaris di departemen penalaran. Departemen yang tidak pernah sedikitpun terlintas dibenakku akan berada didalamnya. Amanah yang Insya Allah meski tidak pernah aku rencanakan sebelumnya masuk di departemen ini tetapi akan aku sanggupi dengan penuh hati.

Jauh hari sebelum dibukanya open recruitment fungsionaris BEM FMIPA 2017 aku memang memilki keinginan untuk ikut berpartisipasi dan masuk ke badan eksekutif tingkat fakultas tersebut. Aku juga aktif dalam Sekolah Kepemimpinan (SKETSA) yang dislenggarakan oleh salah satu departemen di BEM FMIPA, selain itu aku juga mengikuti pelatihan kepemimpinan tingkat jurusan maupun dasar (fakultas). Tentu dengan harapan untuk mengembangkan diri disana dan menambah wawasan, ilmu, serta relasi. Dengan berjalannya waktu aku semakin mantap untuk menetapkan niat bergabung dengan BEM Fakultas.

Selain aktif di program-program BEM FMIPA, aku juga aktif diberbagai kegiatan atau program dari UKM Penelitian Unnes. Dunia yang cukup berbeda, eksekutif dan literasi ilmiah. Hal ini menjadi pilihan yang sulit, meski tetap ada jalan tengah yang dapat dipilih. Dan aku memilih jalan moderat—tengah itu. Aku membagi dan memfokuskan diri ke dalam dua organisasi tersebut. Meskipun pada saat itu aku belum menjadi salah satu fungsionaris di kedua organisasi tersebut tetapi jauh hari aku sudah merencanakan jalan kedepan tentang dua organisasi impianku tersebut.

Meskipun aku sudah memilih untuk berada dijalan tengah antara BEM dengan UKMP, aku masih merasa ada hal yang kurang. Aku ingat kesalahanku dimasa SMA, dimana ada tiga organisasi yang sama-sama besar dan aku ikuti, semua berjalan baik, hanya saja aku merasa tidak ada dari tiga organisasi tersebut yang aku pilih untuk didalami, sebagai ciri khas, sebagai organisasi yang menjadi dasar backgroundku. Aku berpikir apakah hal yang sama akan terjadi? Maka terbesit dalam diriku untuk memilih salah-satu dari kedua organisasi tersebut.

Itu adalah pertimbangan yang begitu berat, keduanya sama-sama memiliki kelebihan yang berimbang. Disisi lain, aku begitu mengimpikan untuk dapat fokus pada dunia penelitian, yang berarti pilihan merujuk pada UKMP. Pilihan itu bertahan cukup lama, aku juga sempat melupakan apa yang sudah aku bangun, yaitu setapak-setapak yang aku tempuh untuk dapat masuk menjadi salah satu fungsionaris BEM FMIPA. Aku juga mempertimbangkan kemampuanku dibangku kuliah, sebenarnya tidak ada masalah yang besar pada beberapa mata kuliah yang berkutat pada teori, tetapi tentu aku harus terus meningkatkan skill programmingku yang masih lemah. Hal tersebut juga yang menguatkan pilihan ke UKMP karena memang kemampuan menulis adalah salah satu kemampuan yang mendukung cukup banyak dalam perkuliahan.

Terbesit untuk hanya memilih UKMP sebagai organisasi yang akan aku ikuti. Namun masih ada hal yang mengganjal, pada saat itu aku merasa tidak mantap untuk benar-benar tidak ikut mendaftar BEM FMIPA, pada saat itu pendaftaran sudah dibuka. Lantas aku meminta dan berdoa untuk Dipilihkan jalan yang Ia Kehendaki. Tetapi aku belum benar-benar mantap untuk memilih, maka akhirnya aku berdoa bahwa aku akan tetap mendaftar menjadi fungsionaris BEM FMIPA dan jika memang aku tidak lolos maka memang itulah jalan yang terbaik dan sebaliknya.

Alhamdulillah, aku Diberikan jalan yang tidak pernah terbesit dalam pikiranku sebelumnya, aku lolos dan menjadi fungsionaris BEM FMIPA di departemen Penalaran. Ada hal yang berkaitan dimana dalam hati memang aku ingin mendalami tentang dunia kepenulisan sedangkan disatu sisi aku tetap ingin aktif di BEM, maka Allah memberi jawaban-Nya. Aku dimasukan didepartemen Penalaran, departemen yang tidak aku pilih pada dua pilihan departemen yang tercantum dalam formulir pendaftaranku, bahkan hingga litsus terakhir aku tidak terpikir akan masuk ke departemen tersebut. Ketika mendapat kabar bahwa aku masuk departemen Penalaran aku mulai berkontemplasi kebelakang, seperti inilah Jawaban dari Allah atas keraguanku. Alhamdulillah aku menjadi fungsionaris UKM Penelitian di NID dan menjadi fungsionaris pula di BEM FMIPA pada departemen Penalaran. Aku menyadari keterkaitan antara departemen Penalaran dengan UKMP secara umum. Maka jawaban-Nya adalah aku tetapi diberi kesempatan untuk aktif di BEM dengan bidang yang sesuai dengan apa yang aku inginkan dan berkaitan erat juga dengan UKM Penelitian. Selain itu, aku menyadari bahwa departemen Penalaran 2017 diberi amanah untuk menylenggarakan program unggulan English Day yang tentu memaksaku untuk belajar Bahasa Inggris dengan lebih keras dan istiqomah. Karena memang mendalami Bahasa Inggris adalah salah satu misi besar yang aku miliki dimasa kuliah. Maka dengan amanah itu aku tidak memiliki alasan untuk melalaikan belajar Bahasa tersebut.

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan

Bismillah, semoga amanah tersebut dapat aku emban dengan baik dan maksimal. Ketika aku berencana, maka Allah juga Berencana.

Man Jadda Wajada

Kendal, 25 Januari 2017

Iklan

2 thoughts on “Departemen Penalaran : Ketika Aku Berencana, maka Allah juga Berencana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s