Dosen Favorit

mipa 2017
FMIPA Unnes 2017

Huhhh, sudah lama tidak update blog. Maklum anak sibuk. Maklum kurang istiqomah nulis. Yaps kali ini aku ingin bercerita tentang my favorite lecturer. Temanya mainstream ya, tetapi yaa sejauh ini baru kepikiran tema ini hehe

Jadi dahulu ketika awal aku tau bahwa aku lolos SNMPTN (itu alhamdulillah banget lohh wkwk) aku langsung tancap gas untuk kepoin jurusan dan prodiku. Sebenarnya sebelum mendaftarkan diri di jalur tanpa tes itu aku sudah beberapa kali mencari tau tentang TI Unnes hanya saja untuk sekedar tau. Setelah dipastikan aku mendapat jatah kursi DPR kuliah disana, aku mulai aktif mencari informasi baik itu untuk persiapan kuliah hingga kepoin siapa saja dan bagaimana sih dosen-dosennya? Jangan-jangan killer wuuu.

Awalnya aku mencari di website resmi jurusan. Jurusan Ilmu Komputer Universitas Negeri Semarang memang adalah jurusan baru yang saat ini (2017 – aku semester II) baru menginjak umur 5 tahun. Masih imut-imut, tetapi sudah B lohh akreditasinya hehe, alhamdulillah. Ilkom Unnes hanya memiliki satu program studi yaitu Teknik Informatika S-1, seperti anak tunggal gitu lah. Dan baru dimulai dari angkatanku prodi ini memiliki 2 Rombel besar dengan 88 mahasiswa baru (2016). Saat ini jurusanku memiliki 10 dosen dengan 1 dosen sedang berjuang dalam PhD life nya di New Zealand. Beliau adalah bapak Zaenal, beliau adalah dosen yang pertama kali aku kepoin, karena ketika awal aku akan masuk perkuliahan beliau sudah menempuh studi lanjut jadi sebenarnya aku hanya pernah satu kali bertemu dengan beliau (akan aku ceritakan nanti) tetapi karena tau bahwa beliau sedang study overseas hal itu membuatku menjadikan beliau sebagai inspirasi sekaligus dosen favorit. Oiya aku ingat ketika acara Penyambutan MABA Jurusan dahulu, ketika itu beliau kebetulan pulang ke Unnes karena sedang mengurus sesuatu jadi beliau menyempatkan diri untuk datang ke Acara Penyambutan MABA. Aku tidak mau menyia-nyiakan kesempatan hehe. Ketika sesi pertanyaan aku memberanikan diri untuk bertanya kepada beliau, dan ada hal unik (sebenarnya agak ndeso wkwk) jadi sebelum aku bertanya kepada beliau (tentu setelah memperkenalkan diri) kurang lebih seperti ini perkataanku dulu:

“…terima kasih untuk kesempatan yang telah diberikan, oiya sebelumnya, jadi bapak Zaenal ini adalah dosen idola saya, semua akun sosial media beliau saya ikuti, tetapi sejauh ini baru akun facebook yang pertemanannya di acc oleh beliau…”

pada saat itu banyak yang tertawa karena pernyataanku tersebut yang tentu tidak mengira anak ingusan yang baru masuk sudah mengidolakan seseorang yang belum tentu ia kenal. Yap dan karena itu maybe beliau lebih ingat lah hehe. Oiya dulu aku ingat beliau pernah menandai aku dan mas Aldi (Mawapres I Ilkom dan Mawapres II FMIPA) tentang suatu program, tentu aku senang karena paling tidak itu mengindikasikan bahwa beliau kenal wkwk. Btw, tentulah senang kalau dikenal idolanya, leres kan? Leres hehe

Eittss, sebenarnya bukan cerita itu yang ingin aku ceritakan. Meski cerita diatas sejalan dengan tema tetapi ada dosen lain yang ingin aku ceritakan. Dari kesepuluh dosen itu aku baru diajar oleh 5 orang dosen selama di semester I dan II, dan kurang lebih sudah sedikit tau bagaimana karakter dosen-dosen ilkom. Ada yang baik hati sekali meskipun beliau adalah kajur, ada yang killer dengan tugas (tetapi aslinya perhatian), ada juga yang out of the box battt. Tetapi yang ingin aku ceritakan bukan termasuk dosen yang sudah mengajarku tersebut. Beliau adalah dosen yang cukup senior di Ilkom. Kebetulan memang beliau baru akan mengajar mahasiswa semester III (beberapa bulan lagi tingkat III yess). Yang aku kagumi dari beliau adalah ketekunannya dalam beribadah. Jadi cerita begini. Selama hampir dua semester ini aku berkuliah, ketika kadang-kadang aku dikampus (di fakultas) sampai malam tentu untuk beribadah aku memilih ke MBA-Mushola Fakultas MIPA karena dekat. Hal yang membuatku kagum adalah setiap maghrib aku kesana beliau sudah duduk dishaf depan atau menjadi imam (ketika aku masbuk) dan hampir selalu seperti itu. Ketika sholat ashar pun sama. Dan aku perhatikan beliau tidak meninggalkan ba’diyyah maghrib.

Mungkin ada yang bertanya “hal itu kan wajar bagi dosen atau itu kan hal biasa” yap tetapi umunya dosen memilih sholat diruang dosen, dan memang ada hal khusus yang membuatku penasaran dengan beliau.

Jadi dulu ketika acara dari Jurusan (aku lupa acara apa tepatnya) beliau pernah mengisi atau mungkin perkenalan, aku kurang tau karena pada saat itu aku ada acara lain pukul 9.00 pagi, jadi aku lebih dulu meninggalkan acara. Dan menurut teman-temanku, beliau bercerita tentang tulisan-tulisanku yang aku tulis diblog ini (aku kaget pada saat itu) kurang lebih tulisan-tulisan ketika awal aku di Unnes seperti cerita-cerita Kesan Pertama ke Unnes, Oleh-Oleh Paling Berharga, dsb. Temanku bilang bahwa beliau menyukai cerita-ceritaku tersebut (woowww, I feel amazing wkwk). Ketika itu aku merasa tidak percaya, tetapi karena ada beberapa teman yang berkata hal yang sama akhirnya aku percaya. Memang pada awal di Unnes aku lebih aktif menulis dan sering membagikannya lewat akun Facebook. Dan kebetulan pada saat itu memang aku meng-add friend akun beliau (Pada saat itu akun-akun dosen Ilkom yang aku temukan di Facebook aku add semua wkwk). Dan temanku menambahkan sesuatu tapi aku lupa yang intinya alasan kenapa beliau belum mengkonfirmasi pertemanan di FB, dan yap pada saat itu akunku memang belum dikonfirmasi (sekarang sudah hehe).

Alhamdulillah paling tidak karya (tulisan apa adanya) ku diapresiasi oleh dosen, senang memang tetapi tentu hal itu juga menjadi tamparan untuk terus meningkatkan prestasi (meski sejauh ini aku belum pernah menjadi juara huhu). (Baca juga ini: Tamparan-Tamparan dari Kakak) Mas Aldi dulu pernah bilang ketika aku bertemu dengan beliau pada acara Pemilihan Mawapres Utama Unnes (beliau menjadi salah satu kandidatnya), beliau mengatakan bahwa yang paling diutamakan oleh dosen-dosen Ilkom adalah prestasi bukan hanya IPK atau keaktifan diorganisasi, beliau menambahkan tentang jurusan Ilkom yang masih baru dan akreditasi Ilkom yang masih C (sekarang sudah B) jadi itu mengapa prestasi harus diutamakan (That’s the way I choose UKMP hehe).

Baik, intinya bukan tentang ingin dikenal, tetapi niatkan untuk bermanfaat, baik untuk diri sendiri, keluarga, dan lingkungan tempat dimana kita berada. Bismillah berjuang dan semangat. See ya in next post.

Kamar A2.18, Rusunawa Putra Unnes, Sekaran. 25 Mei 2017. Man jadda wa jada

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s