Point to be Noted: Tulis Sekarang

Pukul 15:58 WIB, ngabuburit time is coming (baca: sebentar lagi waktu buka). Actually, biasanya sebelum Ramadhan hari selasa sore adalah waktu yang begitu panjang didepan laptop dan komputer di Lab Kom I D10. Berkah puasa kali ya alhamdulillah sore ini kelas Struktur Data Bu Florentina diliburkan horeee hehe, karena itu juga aku masih memakai baju yang sama dari pagi wkwk, tetapi tentu sudah mandi dan menggantinya diwaktu-waktu tertentu.

Ini adalah kali kedua Ramadhanku diperantauan meski sebenarnya hanya berjarak < sedikit km dari rumah (RIP Physic) wkwk. Ramadhan pertamaku dikampus adalah ketika dulu mengurus keperluan administratif sebelum resmi menjadi siswa berjas warna-warni. Waitt ini bukan cerita yang ingin aku tulis ya, ini hanya review (tulisan tidak jelas) yang selalu aku lakukan ketika akan memulai bercerita. Oke let’s start it.

Jadi minggu lalu, tepatnya pada tanggal 20 Mei 2017, UKM Penelitian mengadakan seminar Smartpen di gedung LP2M Unnes. Aku terdaftar menjadi salah satu panitia disana, sebenarnya pada kepanitiaan ini aku kurang aktif karena memang berbarengan dengan kegiatan English Society di Fakultas dan disana aku mendapat amanah yang menuntut waktu lebih. Oke back to the topic. Jadi pada Smartpen tahun ini mengusung tema tentang internasionalisasi diri melaui karya tulis dan beasiswa, kayaknya temanya bukan begitu deh. Hmmm menarik yak. Jadi ceritanya disesi kedua Smartpen diisi oleh pak Tony PhD (aslinya gelarnya panjang) beliau adalah reviewer beasiswa a,b,c, dan d dan ketua asosiasi bla bla bla memori tentang itu sudah tertumpuk di Recycle Bin (baca: sudah lupa). Beliau menuturkan cukup detil tentang Beasiswa LPDP dan tentu persiapan yang harus diperhatikan sejak awal kuliah. Beliau bilang bahwa banyak sekali applicant yang menuturkan panjang lebar tentang visinya membangun Indonesia, tetapi dalam kenyataannya selama empat tahun kuliah ia sama sekali tidak pernah mengikuti program/inisiatif untuk mengabdikan diri pada masyarakat. hal itu tentu menjadi poin yang harus dicatat. Selain itu beliau menambahkan banyak sekali applicant yang tau bahwa aktif organisasi itu penting, terutama organisasi yang visi utamanya adalah untuk pengabdian dan jeng-jeng banyak sekali applicant yang ikut organisasi A yang ternyata baru mendaftarkan diri pada organisasi tersebut dua bulan sebelum melamar beasiswa.

Pak Tony sebenarnya memberikan cukup banyak wejangan yang sangat bernilai, kemarin ketika seminar pun dari sudut pandangku aku melihat semua mencatat meskipun beliau sering sekali menggunakan jokes beliau. Karena suasana begitu mengalir membuat waktu presentasi Pak Tony melebihi dari jadwal dan baru  selesai ba’da Dzuhur. Oke fokus, baik disini aku akan membahas sedikit dari itu, dan ada satu tips dari pak Tony yang sedang aku coba praktikan, yaitu membiasakan diri menulis secara langsung sesaat ketika kita mendapatkan suatu ide. Memang benar yang beliau katakan bahwa berat rasanya langsung action begitu mendapat ide terutama ide yang berat (lawong cerita keseharian aja susah kok). Meskipun seperti itu ternyata pembiasaan ini tidak hanya memberi manfaat untuk latihan menulis saja, tetapi juga melatih me-manage waktu, karena yes menulis itu takes times. But you must enjoy it.

Oiya satu lagi. Alasan beliau memberi saran itu dilatarbelakangi oleh kehidupan kita yang kompleks. Selepas A kita ada B, selepas bicara C muncul percakapan D, oleh karena itu penting ketika kita mendapat momen (ide tersebut) kita harus menyadari disitulah waktu terbaik untuk mendalami dan menuliskannya, karena memang benar berdasarkan pengalaman pribadi, terkadang aku mendapat ide untuk menulis cerita tentang kejadian A, lalu baik aku akan menulis besok malam dan yap yang terjadi ketika waktu tersebut datang ide tersebut sudah terasa tidak segar lagi untuk aku ungkit kembali. hal itu sering sekali aku alami, meskipun yang aku tulis dalam blog ini hanya cerita-cerita keseharian tetapi timing muncul ide dan timing penulisan ternyata sangat berpengaruh. Sama halnya ketika aku menulis cerita ini, ini sudah benar-benar jauh dari hari aku menemukan/mendapat ide, dan yap suasana menulispun tidak semengalir air sungai ketika ide yang aku dapat sesegera mungkin aku tulis.

Baik, sekarang pukul 17.07 dan buka puasa semakin dekat wkwk, setelah aku post berarti waktunya untuk kembali ke aktivitas biasa. But menulis seperti ini menurutku lebih baik dari pada kebiasaanku yang sering wasting times dengan si hantu gepeng (baca: smartphone). Mode ingat tugas on (ohh tugasku besok!!! wkwkw).

Okay see yaa next post! 🙂

Sekaran, 30 Mei 2017. Kerjain tugas adi, kerjain tugas.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s