Jenguk Ibuk Kadep

Bismillah

Ceritanya gini, Mba Noor Fitri (bacanya mba No or :D) kadep Departemen Penalaran sedang sibuk-sibuknya PPL di Magelang. Beliau PPL di SMA Taruna Nusantara Magelang, keren ya Kadepku wkwk. FYI-For Your Information ya yang sekolah di SMA TN itu kebanyakan anak jendral, Bupati, dan Gubernur di Indonesia dan sekolah disana menggunakan sistem semi-militer, engga kebayang ketatnya. Saking ketatnya bahkan Mahasiswa yang PPL disana pun saat berangkat harus berbaris dari depan kontrakan hingga ke SMA TN dan saat kegiatan misalnya lari pagi merekapun diwajibkan ikut, wuhhh.

Okay, back to the topic. Mba Noor meminta adik-adiknya, eh anak-anak departemennya untuk jalan-jalan ke Magelang dan kami (Mba Praba, Dwi, Evy, Fannie, Irfan, dan aku) akhirnya memutuskan untuk jalan-jalan kesana, sekalian refreshing lah habis UAS. Sebenarnya kami tidak mengagendakan destinasi tertentu yang akan kami kunjungi disana, yang terpenting adalah bisa bertemu dengan ibuk kadep hehe dan no perbahasan progja. Kami berangkat pada Sabtu, 29 Juli sekitar pukul 2.30 sore. Kami kesana motoran biar hemat hehe. Kita sampai sebelum maghrib dan alhamdulillah masih ada waktu untuk sholat ashar.

Setelah menunggu beberapa waktu di Masjid dekat alun-alun Magelang, akhirnya kami bertemu dengan kadep kami, yahh you can imagine lah kalau perempuan ketemu sama teman-temannya apalagi ini ibuk ketemu anak ya seperti itu wkwk. Oiya kali ini mba Noor tidak sendiri, beliau ditemani dengan temannya sejurusan yang juga PPL di TN, dia adalah mba Lina. Fisrt time aku melihat mba Lina itu agak kaget, karena mirip dengan foreigner, ya mirip bule gitu lah, eh ternyata pribumi haha. Kemudian kami menghabiskan sore dengan berkeliling sekitar alun-alun Magelang dan makan malam disana.

Tentang SMA TN

Malamnya aku dan Irfan menginap di kontrakan mahasiswa laki-laki Unnes yang PPL di TN. Mereka cukup ramah dan terbuka. Kebetulan sekali ada kamar yang penghuninya sedang pulang dan kami disilahkan untuk istirahat disitu. Aku dan Irfan sedikit bercerita dengan dua mahasiswa disana yang kebetulan pada saat itu sedang diruang tengah, aku lupa tepatnya nama mereka, mereka adalah mahasiswa PPL bahasa Jepang dan PJKR. Mereka sedikit bercerita tentang sistem pembelajaran di TN, dan memang mereka akui siswa-siswa di TN itu luar biasa kritis dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, kalau aku bandingkan dengan apa yang terjadi didalam kelasku dulu di SMA sungguh jauh berbeda. Iyasih ya, di TN seluruh siswanya berasal dari wilayah yang nyaris berbeda semua dan tentu siswa-siswa terbaik daerahlah yang dapat masuk kesana.

Menemukan Harta Karun

Setelah agak larut, aku dan Irfan kemudian ke kamar untuk tidur, dan yap aku menemukan harta karun. Apa itu? Tentu harta karun bagi anak berkaca mata, sekardus buku wkwk. Ternyata yang punya kamar adalah anak FBS dari jurusan Bahasa Indonesia, pasti dong buku-bukunya keren dan banyak haha. Aku melihat-lihat ada banyak buku yang sebenarnya ingin sekali aku beli tapi belum sempat (bilang aja eman-eman uangnya wkk) ada buku Pasti Bisa yang menceritakan tentang gaya kepemimpinan pak SBY, buku-buku puisi, buku tentang kepribadian, dan ada beberapa buku lagi yang paling aku inginkan. Mereka adalah novel-novel karya Pak Ahmad Fuadi, pasti tahu kan novelnya apa saja. Novel Trilogi Negeri 5 Menara memang merupakan novel yang paling aku sukai dan alhamdulillah benar-benar memberikan pemantik semangat bagiku untuk terus belajar dan belajar dimanapun itu. Yah meskipun aku belum selesai membaca ketiganya. Seri kedua belum selesai aku baca dan yang ketiga baru aku lihat covernya, dulu aku membaca itu ketika masih SMA di perpustakaan sekolah yang menyediakan koleksi novel yang berlimpah wkwk, sayangnya aku telat menyadari bahwa novel adalah konsumsi yang enak selain film. Dan yap karena aku tidak mempunyai bukunya jadi belum bisa meneruskan membaca novel tersebut (hmm I wanna be there for longer time).

Punthuk Setumbu dan Borobudur

Kami berangkat ba’da subuh ke Punthuk Setumbu untuk menyaksikan sunrise dari bukit setinggi 400 meter dan kita dapat pula melihat kemegahan candi Borobudur dari sini. Alhamdulillah kami sampai sebelum sunrise ditemani dengan para wisatawan yang ternyata didominasi turis mancanegara. Karena ini weekend jadi cukup ramai, ada juga satu rombongan wisatawan dari tetangga-Malaysia yang sebenarnya aku baru pertama kali mendengar logat melayu mereka secara langsung, terdengar cukup unik hehe. Spot disini mememang cukup terkenal sebagai tempat untuk melihat sunrise dan setelah agak siang pengunjung tempat ini menurun menjadi cukup sepi. Setelah selesai di bukit Punthuk kami melanjutkan ke The world heritage Borobudur. Tiketnya lumayan sih untuk kantong mahasiswa sepertiku, sekitar 40.000 IDR yah lumayan lah makan beberapa kali itu (kebiasaan anak kos selalu mengonversi menjadi satuan porsi makan). Candi yang dibangun pada abad ke-8 ini memang tidak pernah kehabisan keindahan, aku sudah beberapa kali kesana baik kegiatan atau hanya sekedar jalan-jalan tetapi tidak pernah bosan dengan keindahannya (tipe cowok setia mungkin ya wkwk). Kami berkeliling disana cukup lama dan aku tidak peduli meskipun nantinya kulitku akan berubah menjadi lebih gelap lagi.

Bertemu Best Friend lama

Ketika sedang asik mencari spot untuk berfoto, aku tidak sengaja melihat seseorang yang masih sangat segar dipikiranku meskipun sudah tidak bertemu selama satu tahun lebih. Dia adalah mahasiswa UGM semester III dari departemen Arkeologi (kalau tidak salah sih hehe), teman PAB PMR, sahabat di SH Terate SMA, rekan Bantara XL, dan keluarga di CBWK. Dia adalah M. Yusril Mirza, anak yang tidak pernah berubah haha. Kami dulu adalah teman akrab sejak kelas X, meskipun kami berasal dari jurusan yang berbeda kendal-semarang dan kendal-jogja (dia dari jurusan IPS). Ia sekarang semakin tinggi dan tambah pintar (anak UGM) tetapi masih dengan si Mirza yang dulu. Alhamdulillah aku masih diberi kesempatan dan kenikmatan untuk bisa bertemu dengan sahabat lama. Kebetulan saat itu dia sedang mengikuti kegiatan internasional yang diadakan oleh departemennya (keren yaa) tidak tanggung-tanggung loh kegiatan itu diikuti oleh mahasiswa tingkat master dari beberapa universitas Eropa dan UK. Semoga kita bisa bertemu kembali Zaa, siap-siap aku repotin di Jogja haha.

Wahh, sudah hampir satu jam aku diserambi MusRek ditemani Zasty Zapus, udaranya sejuk dan asri sih hehe. Lanjut-lanjut kuy

Kami pulang ke Kosan mba Noor sekitar pukul 3.00 sore, karena besok mba Noor akan lari-lari pagi bersama siswa-siswa TN jadi tidak enak rasanya kalau berlama-lama gangguin beliau di Magelang. Setelah sampai dikosan mba Noor kami bersitirahat sebentar sembari mengecek perlengkapan yang dibawa. Setelah itu kami pulang ke gunung lagi Semarang dan meninggalkan ibuk kadep disana bersama dengan brondong-brondong SMA TN haha. Setelah sampai di Semarang dan sebelum pulang ke kosan masing-masing kami beristirahat dulu di kosan mba Praba dan makan bersama di tempat Ayam Deplok (FYI Ayam Deplok ini merupakan tempat favorit kamar A2.18 untuk merayakan setiap keberhasilan penghuninya).

Full English

Oiya pada trip singkat itu kami sepakat untuk berkomunikasi dalam bahasa Inggris, asik memang mencoba mengungkapkan segala isi hati ekspresi dan berkomunikasi dalam bahasa Inggris ketika lingkungannya mendukung. Sebenarnya sih hanya iseng-iseng sebagai departemen yang menyelenggarakan English Society kami memiliki tanggungjawab untuk belajar bahasa Inggris lebih sering dan karena disana semuanya adalah wisatawan so, its okay to speak English with RIP grammar wkwk.

Insyallah akan belajar terus bahasa Inggris dan tetap istiqomah berorganisasinya, aamiin.

Sekaran, 6 Agustus 2017. Serambi Mushola Rektorat

*jangan lupa untuk mengucap Masya Allah disetiap bagian yang anda rasa bagus nggih 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s